Rajin Berdoa adalah Sebab Dosa Terampuni

 

Anjuran berzikir dan berdoa setiap waktu

Diantara keutamaan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah begitu banyaknya zikir dan doa yang telah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan kepada umatnya. Tidaklah seorang muslim beraktivitas sehari-hari kecuali hampir di setiap amalan perbuatannya ada zikir dan doa yang diajarkan.

Allah Ta’ala memerintahkan kaum mukmin untuk banyak berzikir kepada-Nya. Allah Ta’ala juga memuji orang-orang yang banyak berzikir. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzâb: 41-42).

Allah Ta’ala juga memerintahkan kita untuk berzikir sesudah salat,

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

“Apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring” (QS. An-Nisâ’: 103).

Diantara dalil lainnya yang menunjukkan penekanan ibadah ini adalah perintah Allah kepada kaum mukmin agar berzikir di dalam peperangan. Bisa jadi hal tersebut akan menjadi sebab kemenangan kita. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung” (QS. Al-Anfâl: 45).

Membiasakan diri dengan berzikir merupakan bentuk mengikuti sunah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan bagi kita dalam berzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaannya. Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengingat Allah dalam setiap keadaannya” (HR. Muslim no. 373, Abu Dâwud no. 18, At-Tirmidzi no. 3384, sahih).

Beberapa keutamaan berzikir dan berdoa

Pertama, berzikir akan menenangkan hati. Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Kedua, sebab hidupnya hati. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْـحَيِّ وَ الْـمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati(HR. Bukhari no. 6407).

Ketiga, menyelamatkannya dari azab Allah. Sebagaimana yang dikatakan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu dan dia me-marfu’-kannya, ”Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang banyak menyelamatkannya dari azab Allah, selain dari zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. Imam Ahmad 5: 239, hasan).

Keempat, zikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab gerakan lidah merupakan gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan paling mudah. Andaikan ada anggota tubuh lain yang harus bergerak, seperti gerakan lidah selama sehari semalam, tentu ia akan kesulitan melaksanakannya dan bahkan tidak mungkin.

Doa sehari-hari yang menyebabkan terampuninya dosa

Sebagai seorang hamba yang tidak mungkin lepas dari dosa dan kesalahan, tentu kita semua menginginkan agar dosa-dosa kita ini diampuni oleh Allah Ta’ala. Sehingga kita harus bertaubat, menyesal, dan menjalankan sebab-sebab terampuninya dosa.

Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan suatu doa atau zikir, seringkali beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengiringi dengan menyebutkan keutamaannya. Diantara keutamaan yang paling sering beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam sebutkan adalah ampunan dosa yang disebabkan oleh doa dan zikir kita. Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa kita amalkan agar kita mendapatkan ampunan Allah Ta’ala.

Pertama, doa mengenakan pakaian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻟَﺒِﺲَ ﺛَﻮْﺑًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﺴَﺎﻧِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏَ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻨِﻴﻪِ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺣَﻮْﻝٍ ﻣِﻨِّﻲ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓٍ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ ‏

“Barang siapa yang memakai pakaian kemudian berdoa, ‘Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa razaqanihi min ghairi haulim minniy wa laa quwwatin’ (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku), maka akan diampuni dosanya yang lalu dan akan datang” (HR. Abu Daud no. 4023, hadis ini hasan jika tanpa tambahan “dan akan datang”).

Kedua, berdoa setelah makan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan, “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulim minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan memberikan rezeki kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Abu Daud no. 4023, hasan).

Ketiga, berdoa setelah berwudu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا , ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ , لا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berwudu dengan cara wuduku ini, lalu salat dua rakaat dan tidak berbicara diantara keduanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”(HR. Bukhari no. 159 dan Muslim no. 226).

Keempat, berdoa ketika mendengar muazin mengumandangkan adzan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barang siapa yang ketika mendengar muazin membaca, ‘Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, saya rida Allah sebagai Rabb(ku), Muhammad sebagai rasul(ku), dan Islam sebagai agama(ku),’ niscaya dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 579).

Kelima, berdzikir setiap selesai shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barang siapa setelah salat fardu bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali, sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan ‘laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir’, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim no. 597).

Keenam, berdoa sebelum tidur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من قال حين يأوي إلى فراشه ( لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر) غفرت له ذنوبه أو خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر

“Barang siapa ketika akan tidur membaca, ‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, baginya segala kerajaan dan kepemilikan, dan bagi-Nya pula semua pujian, Dia Mahamampu atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Mahasuci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya. Dan tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja. Allah Mahabesar.’ Maka diampuni semua dosanya atau kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, al-Albani: 607).

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang tidak pernah lupa untuk mengingat-Nya di setiap waktu. Semoga Allah Ta’ala menjadikan diri kita hamba yang konsisten mengamalkan doa-doa yang telah diajarkan Rasul-Nya, agar nantinya kita termasuk hamba-Nya yang beruntung di akhirat karena mendapatkan ampunan dan pertolongan dari-Nya.

Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

 

 


 

 

Penulis: Muhammad Idris

Sumber

You may also like...