Pertanyaan:

Anak saya berumur enam tahun, dan saat ini saya sedang hamil. Bagaimana cara menjelaskan kepadanya tentang asal-muasal pembentukan janin yang saya kandung ini? Dia berulang kali bertanya tapi saya tak tahu cara menjawabnya. Mohon bantu saya. Semoga Allah memberi Anda pahala.

Jawaban:

Salah satu pelajaran yang sangat penting, hendaknya orang tua menampakkan perhatian yang baik terhadap keingintahuan anak-anaknya, apa pun pandangan orang tua tentang jawaban pertanyaan itu. Juga, jangan sampai menampakkan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini merupakan sikap tercela, agar tidak sampai muncul rasa penasaran tertentu terhadap tema yang ditanyakan.

Khususnya berkenaan dengan pertanyaan yang diajukan ini, si ibu bisa mengarahkan jawabannya kepada:

  • (Sifat-sifat) Allah Sang Pencipta dan kekuasaan-Nya;
  • Bagaimana Dia menghidupkan makhluk tak bernyawa;
  • Bagaimana Dia mencabut nyawa makhluk hidup;
  • Bagaimana Dia menciptakan Adam dari tanah;
  • Kemudian bagaimana Dia menciptakan anak keturunan Adam di dalam perut para ibu, setelah Dia menciptakan Adam tadi;
  • Bagaimana hebatnya kekuasaan Allah tampak pada penciptaan perut (rahim), padahal rahim bisa berisi manusia; sebuah tempat yang sesuai untuk tinggalnya si janin selama tempo tertentu;
  • Bagaimana si janin berubah-ubah, dari nuthfah (mani), kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah), selanjutnya berubah menjadi mudhghah (segumpal daging) yang sempurna maupun yang mengalami keguguran.

Demikian pula, si ibu bisa mengarahkan pembahasan kepada kekuasaan Allah, penciptaan-Nya, perhatian-Nya (kepada makhluk), serta hikmah-Nya. (Jelaskan juga) tentang rezeki dari Allah untuk (si janin) yang hidup di perut ibunya, padahal si janin tak punya kekuatan apa-apa, dan ibunya pun tidak bisa memberi rezeki kepadanya.

Si ibu juga bisa menjelaskan tentang ajal yang Allah tetapkan bagi si janin. Kemudian dengan kuasa Allah, Dia keluarkan si janin dari perut ibunya, sebagaimana Dia “mengeluarkan” anak ayam dari telur.

Demikianlah, bisa dengan penjelasan yang mungkin disampaikan oleh si ibu untuk menjawab pertanyaan buah hatinya pada usia-usia dini, dengan jawaban yang bersifat umum, yang bisa memuaskan anak yang mendengarnya, yaitu informasi- informasi yang benar, yang tidak ada keraguan di dalamnya.

Sangat bagus jika si ibu menguatkan jawabannya dengan ayat Al-Quran Al-Karim yang sesuai, sehingga ibu benar-benar mengarahkan pertanyaan si anak kepada sudut pandang yang berbeda. Supaya ibu tidak perlu malu dengan memberikan jawaban yang vulgar, dan tidak sampai memberikan jawaban yang tidak benar.

Wallohu a’lam.

Fatawa Sual wa Jawab (Diasuh oleh Syaikh Shalih Al-Munajjid)

Sumber: http://islamqa.info/ar/160348

Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.Or.Id
Muroja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: https://muslimah.or.id/