Kenapa Nabi Ya”qub alaihissalam ragu pernyataan anak anaknya bahwa Yusuf alaihissalam mati dimakan serigala, ada 3 alasan :

1 Tidak mungkin seorang Nabi mati muda (beliau tahu kalau anaknya bakal menjadi nabi lewat cerita mimpi 11 bintang yang sujud kepadanya)

Allah ta’ala berfirman:

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سٰجِدِينَ
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, Wahai Ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 4)

2 Nabi Ya”qub alaihissalam diberi indra penciuman oleh allah yang ini mukjizat beliau, sehingga beliau tahu Yusuf alaihissalam kecil masih hidup dari bau

Allah ta’ala berfirman:

فَلَمَّآ أَنْ جَآءَ الْبَشِيرُ أَلْقٰىهُ عَلٰى وَجْهِهِۦ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Ya’qub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Ya’qub) berkata, Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 96)

3 Dan qorinah baju yang tidak robek jika diterkam serigala, sebab lazimnya serigala ketika akan memakan juga merobek baju mangsa

Allah ta’ala berfirman:

قَالُوا يٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتٰعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صٰدِقِينَ
“Mereka berkata, Wahai Ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 17)

Allah ta’ala berfirman:

وَجَآءُو عَلٰى قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُونَ
“Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Ya’qub) berkata, Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 18)

Faedah kajian tafsir Surat Yusuf, Ustadz Haris Budiatna Hafidzahullah

Ditulis oleh Muhammad Anas Abu Fateemah

LEAVE A REPLY